Leptospirosis


Disesebabkan bakteri genus leptospira yang mengakibatkan infeksi di liver dan ginjal. Pada umumnya menyerang anjing penjaga, anjing pekerja yang hidup bebas di alam dan sangat jarang dijumpai pada kucing.
Cara Penularan:
 
– Anjing terjangkit leptospira karena minum/ bermain di genangan air/tanah/makanan/tempat tidur yang tercemar kencing hewan yang terinfeksi, bisa juga melalui hubungan seks (venereal), plasenta, dan luka gigitan.

– Leptospira dapat menular ke manusia yang kontak langsung/tidak langsung dengan  penderita / lingkungan yang tercemar (contoh: ikan, sawah, kolam renang), kontak dengan tikus (wilayah padat penduduk yang mana hygine sanitasinya minim).

  

Gejala Klinis:
Demam, kaku otot, menggigil, nafsu makan berkurang (anoreksia), lemah, pulsus tidak teratur,  meningitis, malas untuk bergerak, muntah (tidak/dengan disetai darah atau hematemesis), diare (tidak/dengan disertai darah), dehidrasi, jaundice/ikterus (gusi, sklera mata, telinga dan kulit bewarna kuning), batuk, konjungtivitis (inflamasi pada mata), uveitis, rhinitis (inflamasi pada hidung), hematuria (darah pada kencing), hepatomegaly (pembesaran ukuran liver), tachypenia (nafas cepat), epistaxis (hidung berdarah), hyperesthesia (sensitif rasa sakit bila disentuh) sepanjang tulang belakang, ptechiae (bercak darah pada kulit), polidipsi (banyak minum) & polyuria (banyak kencing) terkait fungsi ginjal yang rusak.
Terapi:

# Antibiotik, terapi cairan, suplemen untuk ginjal dan liver.
Pencegahan dilakukan dengan Vaksinasi
Sumber:
– Cote, Ettiene. 2011. Clinical Veterinary Advisor, Missouri: Mosby, Inc.
– Greene, Craig. 2012. Infectious Diseasesof the Dog and Cat, 4th Edition. Missouri. Elsevier
Pet Owner Education Atlas. Servet USA- Blackwells Five-Minutes Veterinary Consult Canine and Feline, 4th Edition.

Written by:  drh Anne Halim 

Article By :