Feline Leukimia (FeLv)

Golongan retrovirus yang menyebabkan anemia, immunosupression, dan kanker pada kucing.



Cara Penularan:
Melalui air liur, susu, gigitan, kencing, pup, discharge hidung, perkawinan (semen, cairan vagina). Induk kucing yang positif terinfeksi menularkan virus melalui plasenta kepada anaknya. Virus tidak dapat bertahan di lingkungan, sehingga penyebarannya melalui kontak sosial seperti waktu kucing “mandi” (saling menjilat), sharing makan di tempat yang sama, litter trays yang mana virus tidak sengaja termakan.





 

Keterangan gambar:
– Regressor cat: Kucing yang mempunyai respon yang baik dari Cell-Mediated Immune (CMI) sehingga
                         dapat mengeliminasi virus. 
– Transient Viremia: Infeksi virus yang dapat dieliminasi dalam hitungan minggu-bulanan.
– Viremia: Infeksi virus yang sudah positif mengenai sumsum tulang belakang dan mempengaruhi
                hematopoietik.
– Latent Infection: Suatu kondisi dimana kucing tahap viremia dapat mengeliminasi virus kecuali proviral
                            DNA (informasi untuk membentuk virus baru) yang tersimpan di sumsum tulang belakang.
– Persistent Viremia: Infeksi tahap viremia yang lebih dari 16 minggu, kucing mempunyai sistem ketahanan
                               tubuh yang lemah. Rata-rata kucing mati dalam kurun waktu 3 tahun


 

Gejala Klinis:
Demam, lesu, anemia, gangguan pencernaan (gingivitis, stomatitis, nafsu makan turun, berat badan turun, muntah, diare), gangguan pernafasaan, saraf (kejang), kulit (kondisi kulit dan bulu jelek, keratitis), lymphadenomegaly, konjungtivits, dan aborsi. 

Warning:
Vaksin Leukimia diberikan pada umur 8-9 minggu, Booster vaksin 3-4 minggu setelahnya. Kemudian setiap tahun satu kali. 

Terapi & Pencegahan:
Tidak ada obat yang dapat menyembuhkan, semuanya bersifat simptomatik (meringankan gejala) dan suportif. 

– Antibiotik untuk infeksi sekunder.
– Antiviral (Interferon, AZT, Raltegravir).

– Makanan bernutrisi tinggi & jangan memberikan makanan mentah.
– Health screening ke dokter hewan paling sedikit 2 kali dalam setahun (obat cacing, vaksin, obat kutu).
– Tempatkan kucing di dalam rumah saja (indoor) supaya tidak menular ke kucing lain dan untuk mencegah
   terinfeksi penyakit lain.
– Transfusi darah dan obat-obatan penambah darah (kasus anemia)
– Kemoterapi (kasus FeLv-lymphoma)

Lakukan vaksinasi sebelum terlambat!


Sumber:
– Greene, Craig. 2012. Infectious Diseasesof the Dog and Cat, 4th Edition. Missouri. Elsevier
Pet Owner Education Atlas. Servet USA- International Cat Care, (2013, 13 Maret). Feline Leukaemia
  Virus (FeLv). Diperoleh 10 November 2016,    dari http://icatcare.org/advice/cat-health/feline-leukaemia-
  virus-felv

Written by: drh Anne Halim
 

Article By :