Demodicosis

Penyakit kulit disebabkan oleh tungau demodex, yang hidup di folikel rambut, adnexa dan permukaan kulit sehingga menyebabkan folliculitis, furunculosis dan alopecia.

Anjing (Demodex canis, Demodex injai, Demodex cornei)

  • Tipe juvenile (< 18 bulan), di bagi menjadi 2:

# Lokal: 1-2 area alopecia, biasanya pada daerah wajah&kaki depan

# General: Seluruh badan, lebih dari 6 lesi dan disertai pyoderma.

  • Tipe Adult (>4 tahun): Biasanya general, disertai penyakit interna & immunosuppresion

Kucing (Demodex cati & D.gatoi)

  • Demodex canis sering ditemukan pada kulit anjing sehat dalam jumlah kecil. Penularan terjadi dari induk ke puppy dalam waktu 3 hari setelah kelahiran.
  • Gejala klinis awal yaitu bulu rontok, gatal dan adanya lesi di kulit.
  • Rasa gatal dan ingin menggaruk itu bisa saja tidak nampak pada penderita demodex tapi jika disertai dengan infeksi bakteri (pyoderma), anjing akan merasa gatal.
  • Rasa gatal biasanya disebabkan oleh D. gatoi di kucing dan D. injai di anjing.
  • Anjing penderita demodex, induk, saudaranya sebaiknya tidak dikawinkan, karena ada kecenderungan genetik.
  • Anjing penderita demodex memiliki sistem imunitas (daya tahan tubuh) yang rendah.
  • Nutrisi yang kurang, estrus, proses kelahiran dan stress merupakan faktor demodicosis.

 

Terapi:

Amitraz, benzoyl peroxide, ivermectin, advocate spot on.

Sumber:

  • Medleau, L & Hnilica, K. 2006. Small Animal Dermatology. 2nd Edition. Missouri: Saunder Elsevier
  • Werner, A & Rhodes, K. Blackwell’s fi ve-minute veterinary consult clinical companion. Small Animal Dermatology. 2nd Edition. Willey Blackwell
  • Cote, Etienne. 2007. Clinical Veterinary Advisor Dog and Cat 2nd Edition. Elsevier

Written by: drh Anne Halim

Article By :