Distemper


Disebabkan oleh Morbillivirus. Paling sering menyerang anak anjing umur 3-6 bulan yang belum di vaksinasi. Pada umur tersebut tingkat antibodi maternal (kekebalan alami dari induk ke anak) menurun, sehingga mudah terserang penyakit. 


Gejala Klinis:
Akut:
  Gejala umum demam disertai dengan:
   Mata: konjungtivitis, ada discharge mata bewarna
             bening – kuning
   Respirasi: leleran hidung bewarna bening-kuning,
                  bersin, batuk, bronkopneumonia
   Pencernaan: nafsu makan berkurang, berat turun,
                      muntah, diare disertai adanya darah.
   Kulit: Pustule (benjolan berisi nanah), digital
            hyperkeratosis/hardpad disease (telapak
            kaki & hidung mengalami penebalan dan
            mengeras)

Kronis:
   Syaraf: Kejang, ciri khas –> chewing gum   
   (gerakan mengunyah) & kedutan pada mata dan bibir
               Paraparesis (kekuatan otor berkurang pada kaki belakang)
               Tetraparesis (kekuatan otot berkurang pada semua kaki depan dan belakang)
               Vestibular & ataxia (gangguan keseimbangan)

Terapi:

Tidak ada obat spesifik yang dapat menyembuhkan distemper. Tingkat kematiannya cukup tinggi. Semua terapi hanya bersifat simptomatik (meringankan gejala). Pemberian antibiotik untuk eliminasi infeksi sekunder, injeksi immunoglobulin (meningkatkan imun untuk melawan virus) dan koreksi dehidrasi dengan terapi cairan (infus). 
Pencegahan lebih baik daripada mengobati. Segera vaksin anjing anda!


Sumber:
– Greene, Craig. 2012. Infectious Diseasesof the Dog and Cat, 4th Edition. Missouri. Elsevier
Pet Owner Education Atlas. Servet USA
– Blackwell Five-MinuteVeterinary Consult Canine and Feline.

Written by: drh Anne Halim

Article By :