Canine Parvovirus (CPV)


Infeksi virus yang merusak kripta dan villi usus sehingga menyebabkan enteritis, anoreksia, muntah, diare berdarah dan shock.  
Pada umumnya menyerang anak anjing umur 6 minggu – 6 bulan.
Breed yang Sensitive:

– Rottweiler
– Alaskan
– Doberman
– Labrador Retriever
– Pinschers
– Pitbull
– Yorkshire Terrier
– German Shepherd
Gejala Klinis:
1. Tipe Jantung (Intrauterine atau Infeksi Perinatal)
– Anak anjing umur < 8 minggu.
– Anak anjing dapat mati karena infeksi myocarditis,
atau kemudian infeksi ini menyebabkan
gagal jantung (Congestive Heart Failure).
2. Tipe Pencernaan
– Demam, muntah, diare, dehidrasi
– Sepsis, Hypovolaemic, shock
                              – Pada umumnya anjing mati karena dehidrasi parah.
Koloni virus berkembang biak di epitel saluran usus,
kemudian merusak vili-vili usus sehingga menganggu
proses digesti dan absorpsi dan menyebabkan diare berdarah.

Cara Penularan:

Peringatan:
# Parvovirus dapat bertahan hidup di lingkungan sampai 7 bulan.
Inaktifkan parvovirus di lingkungan sekitar anda dengan
desinfektan khusus.
# Kondisi anjing dapat diperparah oleh infeksi sekunder
Terapi: 
Infus, imun booster, kontrol muntah dan infeksi bakteri sekunder. 
Pencegahan dilakukan dengan Vaksinasi

Sumber:
– Cote, Ettiene. 2011. Clinical Veterinary Advisor. Missouri: Mosby,Inc.
– Pet Owner Educational Atlas. Servet USA 
– Greene, Craig. 2006. Infectious Diseases of the Dog and Cat, 3rd Edition. Missouri:Elsevier 
– Blackwells Five-Minutes Veterinary Consult Canine and Feline, 4th Edition.
Written by: drh. Anne Halim 

Article By :